
Bau anyir darah menganggu tidur malamku
(B)
Oh tikar tafakur
(Em) (C)
Negarawan yang pintar dan bijaksana
(D) (Em) (D)
Telah kamu ajarkan aturan permainan di dalam benturan-benturan
(Em) (D) (-C) (-D) (Em)
keinginan yang berbagai ragam dalam kehidupan
(D) (Em)
Tetapi lihatlah di jaman ini,
(D) (Em)
Para elit politik
(C) (B)
hanya terlatih untuk jalan-jalan di pasar
(C) (Em)
Tersenyum dan melambaikan tangan
(D) (Em)
Lihatlah wajah-wajah berdarah
(D) (Em)
dari rahim yang diperkosa
(C) (B)
Muncul dari puing-puing tatanan hidup yang
(Em)
porak-poranda
(D) (Em)
Tetapi lihatlah di jaman ini,
(D) (Em)
Para elit politik
(C) (B)
hanya terlatih untuk jalan-jalan di pasar
(C) (Em)
Tersenyum dan melambaikan tangan
(D) (Em)
Aku menyerukan namamu,
(D) (C) (Em)
Wahai! Para leluhur Nusantara! 3x
Sumber Gambar: https://nasional.kompas.com/read/2019/08/06/16162611/10-tahun-berpulangnya-ws-rendra-mengenang-karya-dan-sosoknya?page=all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar